
Lampung Tengah (LabasNews) – Untuk menyikapi perkembangan zaman melenial di era tekhnologi informasi yang berkembang semakin maju dan masif, Junaidi ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) distrik Lampung Tengah adakan penguatan kelembagaan internal dalam rangka memberikan pembekalan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Inisiatif ini diambil untuk memberikan pengetahuan berorganisasi berbasis sosial kemasyarakatan dan sosial kontrol Governance kepada anggotanya.
Kegiatan Capasity Building yang diadakan secara nonformal di Base camp GMBI Bandar Jaya Barat Lamteng dimulai sejak 2 Juli 2025 dikemas dengan sistem POD (Andragogi) dengan menggandeng Ketua GMBI distrik Lampung Barat Dedi Susanto untuk memberikan materi kepada pengurus inti anggota GMBI, KSM dan Pokja. Inti pokok materi pembekalan fokus pada keilmuan pemahaman berorganisasi, pengetahuan tentang peraturan pemerintah yang berlaku, menggali issue strategis, pendampingan masyarakat, cara membangun koordinasi dan sinergitas stake holder serta cara membuat admistrasi laporan ketika ada permasalahan yang timbul di masyarakat ke pihak yang berwenang.
Ketika ditemui awak media Junaidi ketua GMBI distrik Lamteng menjelaskan dalam rangka upaya memenuhi kepengurusan KSM di 28 Kecamatan Kabupaten Lampung Tengah yang saat ini sudah terbentuk di 9 kecamatan diharapkan pembekalan yang diberikan dapat menjadi motivasi di kecamatan lainnya yang belum terbentuk kepengurusan KSM agar dapat segera dibentuk sehingga fungsi sosial kontrol akan maksimal nantinya sampai ke tingkat kelurahan (Pokja).
Tujuan utama capacity building adalah meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan individu, kelompok, atau organisasi agar dapat bekerja lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada visi misi Lembaga Organisasi GMBI.
“Selain itu, capacity building juga bertujuan untuk memperkuat organisasi secara keseluruhan, mendorong pemberdayaan komunitas, serta mendukung pembangunan berkelanjutan,” Kata Junaidi
Metode pemberdayaan menggunakan sistem partisipatif yaitu metode pemberdayaan PRA (Participatory Rural Appraisal). Tujuan utamanya adalah memberdayakan anggota organisasi masyarakat agar mereka memiliki kemampuan dan kemandirian dalam mengatasi masalah dan mencapai tujuan mereka sendiri. Selain itu juga untuk membangun Kepercayaan publik terhadap organisasi dengan menunjukkan bahwa mereka menghargai komunikasi yang efektif dan hubungan yang baik dengan publik. Ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap organisasi.
“Secara lebih rinci, tujuan capacity building dapat dijabarkan sebagai berikut,’ Kata Dedi Susanto pemberi materi
- Meningkatkan Kompetensi Individu
- Memperkuat Organisasi Mendukung Pemberdayaan Komunitas
- Mendorong Pembangunan
- BerkelanjutanMeningkatkan Kinerja
- Memfasilitasi Inovasi dan Kreativitas
- Memperkuat Kemampuan Beradaptasi
“Dengan mencapai tujuan-tujuan ini, capacity building berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup individu, kemajuan organisasi, dan pembangunan masyarakat yang lebih baik,” Pungkas Junaidi Ketua GMBI Distrik Lamteng. (*)




